Sabtu, 25 September 2010

Tulisan yang Indah

Aku baca tulisan ini dari punya salah seorang sahabat terbaikku... Maaf ya tak copy-paste

0:17 [18 Maret 2010]

Aku mungkin bukan yang sempurna dan aku pun tak mampu menyempurnakanmu, tapi ku berharap kamu bahagia berteman denganku. Aku mungkin tak mampu selalu bisa ada untukmu dan aku pun tak selamanya menyertai perjalananmu, tapi ku berharap kamu selalu mengingat keberadaanku. Aku mungkin tak selalu ada ketika dibutuhkan dan aku tak selalu bisa menghadirkan diri ini tuk selalu ada, tapi kuharap kamu tau bahwa hati ini tak pernah lari darimu.
Maaf bila khilafku menyakitimu, aku tak bermaksud begitu. Jangan pernah merasa kehilanganku, karena tak sedetikpun dirimu hilang dari hati dan ingatan ini. Kamu memang tak selalu jadi nomor satu di hidupku tapi tenang aku selalu menyediakan tempat untukmu tepat disampingku jika kamu membutuhkan ku.
Jangan mencoba tuk mengerti aku jika kamu tak mampu. Karena aku pun tak mampu untuk mengerti kamu. Aku hanya mau kamu pahami bahwa inilah caraku berteman. Inilah aku, dengan segala keegoisan yang terkadang melukai dan aku tak tau itu. percuma jika ku selalu meminta maaf mu. Karena meskipun ku tahu bahwa maaf mu tak terhingga untukku, aku tetap tak ingin.
Mungkin jalan kita berbeda, tapi kita tetap punya persimpangan jalan tuk saling bertemu. Raga ini mungkin jauh tapi semoga hati dan rasa persahabatan ini tetap melekat dan abadi. Aku harap begitu.
Tuhan terlalu baik bagiku, menghadirkanmu untukku. Dengan segala yang tak baik di diriku, dan kamu menerimanya. Aku tahu inilah persahabatan itu, tapi aku tetap tak tau caranya bersahabat denganmu. Aku terlalu nyaman dengan diriku dan takut tuk keluar. Tapi beruntung, kamu selalu mencoba meruntuhkan gunung es itu.
Mungkin hanya waktu yang mampu mendewasakanku. Yang mampu membuatku bijak dalam melangkah. Serta membuat ku mengerti bahwa kalian sahabatku yang selalu begitu berarti dan membuat diri ini pun merasa begitu berharga. Adakah aku berarti bagi kalian?
Masih pantaskah aku meminta maafmu wahai sahabatku? Ketika aku lebih memilih meninggalkanmu terlebih dahulu karena ketakutanku tuk kamu tinggalkan. Aku benci tuk kehilangan meskipun ku sadar ketika ku hilangpun kalian akan membenciku (semoga saja tidak).
Kita memang berbeda, tapi karena itulah kita bersahabat. Tuhan menciptakan perbedaan karena dengan perbedaan itulah segalanya tampak indah.
Inilah caraku bersahabat.
Semoga dirimu selalu berbahagia dengan ada atau tidaknya diriku, meskipun aku ingin selalu ada untukmu walau tak bisa. Semoga kamu selalu bisa tersenyum karena diriku atau pun bukan karena ku, meskipun aku selalu ingin memelukmu ketika sedih itu terlukis diwajahmu dan tersirat di suaramu. Semoga dirimu menemukan yang terbaik untukmu, di sepanjang jalan kehidupanmu. Meskipun aku berharap aku ada disaat kamu menemukannya sehingga akupun turut berbahagia bersamamu. Semoga kamu  selalu dilindungi oleh Nya Yang Maha Esa, meskipun aku pun ingin menghancurkan segala ancaman itu. Diatas semuanya, semoga kamu selalu mengingatku diantara sekian banyak kunang-kunang di malam itu, di setiap jengkal di bawah langit Tuhan yang luas, di setiap waktu yang bergulir dan tak menunggu, di setiap banyak tetesan air hujan yang meskipun aku tak suka kehadirannya setidaknya ada warna pelangi setelahnya, di pekatnya malam yang menyelimuti malamku dan malammu, di hijaunya sawah yang kau pandang dan  kan menguning nantinya, di panas dan dinginnya hari yang kau rasa, di nikmatnya matahari pagi yang kau sambut, di merdunya kicau burung yang kau dengar tak sengaja ketika dirimu terbangun di pagi yang cerah, di syahdunya subuh yang mengawali harimu, di sejuknya embun yang jatuh di pucuk daun pagi itu, di mendungnya langit sebagai penanda hujan kan turun di hari itu, di lembutnya pasir yang kau injak di pantai itu, di indahnya matahari pertama di tahun baru, di letihnya kaki yang melangkah di jalan panjang itu, di setiap awan berarak diatas sana yang mengikuti laju angin, di setiap hembusan nafas , di setiap putaran roda yang membawamu, di setiap tawa dan canda yang pernah ada di cerita yang tanpa cela, di setiap bulir air yang membasahi kaca dihadapanmu ketika hujan itu turun, di wanginya tanah basah setelah hujan turun, di birunya langit siang itu, di derasnya hujan dikala itu, di gelisahnya hati saat menunggu kala itu, di manisnya coklat yang kita makan, di segarnya air dingin yang kau minum dikala panas melanda, di kencangnya angin yang menerpa wajahmu lalu kemudian menyentuh rambutmu,  serta di setiap sesak tangis,tetes air mata, isakan, tarikan nafas, keluhan, rengekan, rasa sakit , rindu , benci  dan cinta itu. ingatlah aku meskipun aku tak selalu baik.

Kamis, 23 September 2010

Tragedi Libur Semester


Hari Pertamaaa….


Suatu hari saat liburan semester (semester 5 kayaknya) aku gak pulang ke rumah, tetep di kost aja. Aku menghabiskan waktu yang terasa lama dengan beberapa orang teman (rini, kak tetri, puti). Dan kita mulai melatih keahlian poker. Seorang Rini yang anti poker aja jadi ikutan main, ckckckck…hebat ya kita,haha… J Pas mati listrik aja masi nglanjutin main, bener-bener penuh semangat. Ada yang kalah terus mainnya, tapi lupa siapa dia (bukan aku pastinya!!). Karena sampai malam listrik masih padam, akhirnya Puti menginap di kost. Kita minta izin dulu sama Bapak Kost (wajib lapor!!!). Bapak Kost memberikan izin dengan senang hati… Oya, Ibu kost waktu itu lagi sakit, rawat inap di JIH. Habis itu, kita masih lanjut main poker sampai pada ngantuk. Berhubung aku sama Puti belum ngantuk, kita lanjut nonton film (nunggu listriknya nyala dulu…L). Sambil nunggu listriknya nyala, aku ma Puti curcol gituu… Abis itu pas udah nyala, kita nonton. Mungkin karena terlalu lelah main poker, kita jadi ketiduran di kamar Warda (soalnya Warda yang ada TV+DVD Player..). Akhirnya kita sukses tidur di kamar Warda sampai pagi..


Hari Keduaa…


Pagi harinya pas bangun tidur, kita ngumpul lagi di kamar Rini. Gak tau ngobrolin apa, pokoknya seru banget. Pas asyik-asyiknya ngobrol, tiba-tiba Bapak Kost datang. Tiba-tiba Baeliau marah (Pak Kost agak galak, tapi baik hati kok sebenarnya..). “Kalian tu kerjanya berisik aja. Bawa kawan gak izin! Tau-tau masukin motor aja! Itu kawannya, pulang sana! Aku gak mau tau!”, gitu kata Bapak Kost. Wah, kaget banget pas kena marah kayak gitu… Langsung deh Puti siap-siap pulang (dia ketakutan juga lhoo…). Pas nganterin Puti pulang, aku cepet-cepet masuk, berlindung di kamar Rini. Beberapa saat kemudian Puti SMS, bilang kalo dompetnya ketinggalan.. Buset dah, aku harus ketemu Pak Kost lagii… Aku yang ketakutan akhirnya ke depan juga ngasihin dompet Puti yang ketinggalan. Pas ketemu Pak Kost, aku kena marah lagi, tambah takut aku.. Akhirnya saya diam di kamar Rini, gak berani keluar. Beli makan aja nitip sama Rini. Pas Rini masuk abis beli makan, Pak Kost nyuruh bilangin sama kita kalau Pak Kost minta maaf. Bapak lupa kalau tadi malem dah minta izin buat nginep. Bapak bilang kalau pikirannya lagi kacau gara-gara Ibu masih di RS. Pas denger kabar itu aju jadi sedikit lega. Tapi tetep aja deg deg an… Beberapa jam kemudian aku uda biasa lagi kok sama Pak Kost. Dan Beberapa hari kemudian, Puti juga uda main lagii….






Hidup bereng sama orang lain membuat kita belajar bagaimana cara mengerti dan memahami orang lain….




Rabu, 22 September 2010

Cerita Tentang Sahabat



Kita didekatkan karena "TITIP ABSEN"... Sejak saat itu kita jadi deket. Sering maen bareng, mejeng bareng, dan ngedan bareng.....
Banyak hal yang kita lakukan bersama. Saya sering curhat sama kamu tentang semuanya. Kamu begitu menyenangkan. Selama aku kenal sama kamu, mungkin terkadang saya sedikit menjengkelkan, tapi kamu sabar banget :)
Makasih banyak buat semuanyaa....
Aku merindukan kamuu...
:*